Sejarah Teori
Antrian
Teori antrian pertama kali dikemukakan oleh A.K. Erlang,
seorang ahli matematika bangsa Denmark pada tahun 1910 dalam bukunya Solution
of Some Problem in the Theory of Probability of Significance in Automatic
Telephone Exchange. Erlang melakukan eksperimen tentang fluktuasi telepon
yang berhubungan dengan automaticdialing equipment, yaitu peralatan
penyambungan telepon secara ototmatis. Dalam waktu-waktu yang sibuk operator
sangat kewalahan untuk melayani para penelpon secepatnya, sehingga para
penelpon harus antri menunggu giliran. Persoalan aslinya Erlang hanya
memperlakukan perhitungan keterlambatan (delay) dari seorang operator.
Pengertian Antrian
Menurut Siagian (1987), antrian adalah suatu garis tunggu
dari nasabah yang memerlukan layanan dari satu atau lebih pelayanan
(fasilitas). Secara umum antrian ini dapat dikelompokkan menjadi sistem yang
berbeda-beda dimana teori antrian dan simulasi sering diterapkan secara luas.
Pengelompokkannya menurut Hillier dan Lieberman adalah sebagai berikut:
1. Sistem pelayanan
komersial
2. Sistem pelayanan
bisnis industri
3. Sistem pelayanan
transportasi
4. Sistem pelayanan
social
Teori antrian ini bertujuan untuk merancang fasilitas
pelayanan yang sesuai untuk mengatasi permintaan pelayanan yang secara random
yang terjadi dan untuk menjaga keseimbangan antara biaya pelayanan (waktu idle)
dan biaya (waktu) yang diperlukaan selama antri.
Komponen Sistem Antrian
Komponen dari sistem antrian terbagi atas beberapa sistem
antara lain:
a.
Kedatangan
Setiap masalah antrian
melibatkan kedatangan, misalnya orang, mobil, atau panggilan telepon untuk
dilayani. Kedatangan ini sering dinamakan proses input. Proses
input meliputi sumber kedatangan atau biasa dinamakan calling population dan
cara terjadinya. Kedatangan pada umumnya merupakan proses random. Sebagai
contoh jumlah mahasiswa yang antri untuk registrasi di sebuah perguruan tinggi
sudah diketahui jumlahnya (finite), sedangkan jumlah nasabah bank yang antri
untuk setor, menarik tabungan, maupun membuka rekening baru, bisa tak terbatas
(infinte).
b.
Pelayanan
Pelayanan
atau mekanisme pelayanan dapat terdiri dari satu atau lebih pelayan, atau satu
atau lebih fasilitas pelayanan. Contohnya, jalan tol dapat memiliki beberapa pintu
tol. Mekanisme pelayanan dapat hanya terdiri dari satu pelayan dalam satu
fasilitas pelayanan yang ditemui pada loket seperti pada penjualan tiket di
gedung bioskop. Di samping itu, perlu diketahui cara pelayanan dirampungkan,
yang kadang-kadang merupakan proses random.
Teori
permainan adalah suatu cara belajar yang digunakan dalam menganalisa interaksi
antara sejumlah pemain maupun perorangan yang menunjukkan strategi-strategi
yang rasional.
Teori
permainan pertama kali ditemukan oleh sekelompok ahli Matematika pada tahun
1944. Teori itu dikemukakan oleh John von Neumann and Oskar Morgenstern yang
berisi :
“Permainan terdiri atas
sekumpulan peraturan yang membangun situasi bersaing dari dua sampai beberapa
orang atau kelompok dengan memilih strategi yang dibangun untuk memaksimalkan
kemenangan sendiri atau pun untuk meminimalkan kemenangan lawan.
Peraturan-peraturan menentukan kemungkinan tindakan untuk setiap pemain,
sejumlah keterangan diterima setiap pemain sebagai kemajuan bermain, dan
sejumlah kemenangan atau kekalahan dalam berbagai situasi.”
( J. Von Neumann and O.
Morgenstern, Theory of Games and Economic Behavior (3d ed. 1953)). [2]
c.
Antri
Inti
dari analisa antrian adalah antri itu sendiri. Timbulnya antrian terutama
tergantung dari sifat kedatangan dan proses pelayanan. Penentu antrian lain
yang penting adalah disiplin antri. Disiplin antri adalah aturan
keputusan yang menjelaskan cara melayani pengantri, misalnya, datang
awal dilayani dulu,datang terakhir dilayani dulu, berdasar
prioritas, dan secara random. Jika tak ada antrian berarti
terdapat pelayan yang nganggur atau kelebihan fasilitas pelayanan.
Dalam komponen terdapat
macam-macam aturan antrian yaitu:
1. FIFO: First in First
out
Kedatangan pelanggan
pertama menerima pelayanan lebih dulu.
Contoh: Membeli tiket
bioskop
2. LIFO: Last in First
out
Kedatangan terakhir
menerima pelayanan lebih dulu.
Contoh: pembongkaran
barang dari truk
3. Random (acak)
Penerimaan pelayanan
secara acak
Contoh: penanganan
terhadap pasien gawat di rumah sakit, pengawasan mutu barang dalam quality
control.
Model antrian adalah
model probabilistik karena unsur-unsur tertentu proses antrian yang dimasukkan
dalam model adalah variabel random. Variabel random ini sering digambarkan
dengan distribusi probabilitas
4. Struktur Sistem Antrian
Dalam teori antrian terdapat juga struktur sistem antrian
yang memperlihatkan proses antrian yang terjadi dalam suatu aktifitas yang
dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Ada 4 macam struktur dasar antrian
yaitu:
1. Single Channel – Single Phase
Berarti hanya ada satu
jalur yang memasuki sistem pelayanan atau ada satu fasilitas pelayanan. Single Phase berarti
hanya ada satu pelayanan
2. Single Channel – Multi Phase
Istilah Multi Phase menunjukkan
ada dua atau lebih pelayanan yang dilaksanakan secara berurutan. Sebagai contoh
pencucian mobil.
3. Multi Channel – Single Phase
Sistem Multi Channel terjadi
kapan saja dimana ada dua atau lebih fasilitas pelayanan dialiri oleh antrian
tunggal. Sebagai contoh adalah antrian pada tellerbank.
4. Multi Channel – Multi Phase
Setiap sistem-sistem
ini mempunyai beberapa fasilitas pelayanan pada setiap tahapnya. Sebagai
contoh, registrasi para mahasiswa di kampus, pelayanan kepada pasien di rumah
sakit pada saat pendaftaran, diagnosa, dan penyembuhan sampai pembayaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar